Di depan rak susu supermarket, banyak moms berdiri cukup lama. Pilihannya cukup banyak. Klaim di kemasannya hampir semua terdengar bagus. Jadi, mana yang benar-benar baik untuk anak? Jawabannya enggak sesederhana “pilih yang paling mahal” atau “yang paling terkenal”. Tergantung usia anak, kondisi kesehatan, dan apa yang dibutuhkan tubuhnya.
Sebelum era susu formula dan minuman susu kemasan, pilihan orang tua cuma satu: susu sapi segar. Tidak ada tambahan rasa, tidak ada tulisan tinggi kalsium atau omega-3, atau se-simple tidak ada karakter kartun di kotaknya. Nyatanya, komposisi susu sapi segar sudah cukup lengkap: protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan berbagai vitamin.
Lalu, Apa Bedanya dengan Susu UHT? Susu UHT adalah susu sapi segar yang dipanaskan dengan temperatur sangat tinggi untuk membunuh semua bakteri, dalam waktu singkat sehingga kandungan nutrisi tetap terjaga. Susu yang telah diproses secara UHT dikemas dalam kemasan aseptik multilapis. Metode ini membuat kualitas dan nutrisi susu terjaga tanpa pengawet, dan dapat disimpan pada temperatur ruang.
Secara kandungan, perbedaannya tidak terlalu besar. Protein dan kalsium relatif terjaga. Yang sedikit berubah adalah beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas seperti vitamin B12 dan C. Untuk kepraktisan sehari-hari, susu UHT tetap pilihan tepat.
Bagaimana dengan Susu Formula? Susu ini dirancang khusus untuk melengkapi atau jika pada situasi tertentu, menggantikan ASI pada bayi atau mendukung kebutuhan gizi anak di usia tertentu. Kandungannya sudah disesuaikan dengan rekomendasi gizi anak. Ada tambahan DHA, AA, hingga zat besi. Susu ini lebih relevan untuk anak yang membutuhkan tambahan nutrisi tertentu atau bayi yang tidak memperoleh ASI eksklusif.
Susu Nabati: Tren atau Kebutuhan?
Susu kedelai, almond, oat, semuanya ramai di pasaran. Tapi, untuk anak-anak, susu nabati tidak bisa begitu saja menggantikan susu sapi, kecuali ada alasan medis seperti alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa yang sudah dikonfirmasi dokter. Kandungan proteinnya lebih rendah dan beberapa mineral, seperti kalsium dan zinc, tidak sebanding dengan susu sapi, meski beberapa produk sudah difortifikasi. Kalau memang harus beralih ke susu nabati, pilih yang sudah difortifikasi dan moms wajib berkonsultasi dengan dokter anak, ya.
Kapan Anak Boleh Mulai Minum Susu Sapi?
Rekomendasi umum: susu sapi murni baru boleh diberikan setelah anak berusia satu tahun. Sebelum itu, saluran pencernaannya belum siap memproses protein susu sapi dalam jumlah besar. Jika sudah di atas satu tahun, susu sapi segar atau UHT Full Cream dianjurkan karena anak masih butuh lemak untuk perkembangan otak.
Yang perlu moms perhatikan susu adalah pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Anak yang sudah memasuki usia MPASI dan makan solid food, tidak perlu bergantung sepenuhnya pada susu untuk nutrisinya. Porsi susu yang direkomendasikan untuk anak satu hingga tiga tahun sekitar 350-500 ml per hari. Tidak boleh lebih dari itu, ya, moms. Sebab, terlalu banyak susu justru bikin anak kenyang dan mengurangi nafsu makannya.