Setelah melahirkan, banyak Moms merasa jadi lebih pelupa: kunci hilang entah di mana, botol susu masuk ke kulkas, atau kompor hampir lupa dimatikan. Kedengarannya sepele, tapi kok kejadian terus, ya?
Faktanya, menurut studi JAMA Neurology (2023), sekitar 80% ibu baru mengalami penurunan daya ingat selama masa hamil hingga setelah melahirkan. Fenomena ini dikenal sebagai Mom Brain dan berita baiknya, ini bukan penyakit.
Mom Brain adalah respon alami tubuh yang sedang beradaptasi pada peran baru sebagai ibu. Yuk, kenali apa saja penyebabnya.
Apa yang Menyebabkan Mom Brain?
1. Perubahan Hormon yang Drastis
Selama hamil, hormon estrogen dan progesteron meningkat untuk mendukung perkembangan janin. Setelah melahirkan, dua hormon ini turun drastis.
Di saat yang sama, hormon lain seperti oksitosin, kortisol, dan testosteron juga naik turun mengikuti ritme baru sebagai ibu. Semua perubahan ini berpengaruh pada area otak yang mengatur fokus, memori, dan konsentrasi.
Hasilnya? Wajar banget kalau Moms jadi sedikit pelupa.
2. Kurang Tidur
Rasanya susah mendapat cukup tidur ketika memiliki newborn. Seringkali Moms pasti terbangun tengah malam untuk menyusui atau mengganti popok. Hal ini membuat tidur Moms tidak berkualitas.
Padahal, tidur memainkan peran besar dalam menyokong fungsi kognitif. Dua fase utama tidur, yakni non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM), berperan memproses serta menyimpan ingatan baru.
3. Multitasking Berlebihan
Setelah punya anak, Moms auto melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Misalnya, memasak sambil mengawasi Si Kecil hinggamenyapu sambil memesan baju anak di marketplace.
Akibatnya, fokus jadi terbagi dan informasi tidak tersimpan dengan baik. Itulah kenapa kadang Moms jadi jauh lebih pelupa daripada sebelumnya.
4. Stres dan Banyak Pikiran
Mengurus rumah, Si Kecil, dan mungkin pekerjaan, tentu bisa menyebabkan beban pikiran menumpuk.
Ketika otak terlalu sibuk memikirkan banyak hal, memori jangka pendek jadi sering terlupakan. Perubahan rutinitas sebagai ibu baru juga menurunkan kapasitas kognitif sehingga Moms jadi mudah lupa.
Kabar Baiknya: Mom Brain Itu Sementara
Menurut jurnal Women’s Mental Health (2019), perubahan fungsi otak pada ibu justru bersifat adaptif. Artinya, otak sedang menyesuaikan diri untuk memperkuat insting pengasuhan, meningkatkan empati, dan membantu Moms lebih responsif pada kebutuhan bayi.
Biasanya, adaptasi ini berlangsung hingga dua tahun setelah melahirkan. Jadi kalau sekarang Moms sering lupa, itu bukan karena “jadi pelupa selamanya”, tapi karena otak sedang bekerja ekstra keras untuk jadi supermom.
Apa yang bisa Moms lakukan jika merasa terkena Moms Brain?
1. Power Nap Is Power, Moms!
Durasi tidurnya nggak harus lama, asalkan berkualitas. Moms dapat tidur singkat saat Si Kecil tidur 20 menit, ikutan merem juga bisa banget! Trust us, micro nap = micro reset buat otak!
2. “Otak Kedua” Pakai Notes & Reminder
Daripada memaksakan ingat semuanya, pindahkan ke alat bantu seperti Google Calendar, alarm, sticky notes di kulkas, atau bahkan label kecil di rumah.
Hal simpel ini nggak hanya bikin hidup lebih rapi, tapi memori otak juga nggak mudah bocor.
3. Makan Pintar = Otak Terjaga
Lengkapi nutrisi dengan isi piring dengan makanan yang dapat membantu daya ingat seperti:
-
Ikan berlemak (omega-3)
-
Telur (vitamin B kompleks)
-
Bayam atau kacang-kacangan (zat besi)
Kalau nutrisi cukup, otak pun lebih ON sepanjang hari, Moms!
4. Me-Time Tanpa Rasa Bersalah
Me-time itu bukan egois, itu kebutuhan! Cukup 10–15 menit untuk melakukan hal-hal kecil seperti minum teh hangat, makan dengan mindful, menonton video lucu atau stretching ringan.
Stres turun → fokus balik → Mom Brain ikut reda.
5. One Task at a Time (Serius, Coba Deh!)
Multitasking memang kayak superpower, tapi justru bikin otak overload. Coba selesaikan satu hal dulu sebelum pindah ke yang lain.
https://jamanetwork.com/journals/jamaneurology/article-abstract/2801288
https://link.springer.com/article/10.1007/s00737-018-0889-z