Fenomena ini dikenal dengan istilah “Mom Guilt” dan hampir semua ibu pernah mengalaminya. Bukan cuma karena bekerja di luar rumah, meninggalkan anak karena butuh waktu istirahat atau me-time juga bisa menimbulkan mom guilt lho!
Penyebab Mom Guilt
Ada kalanya Moms merasa jauh dari gambaran ibu yang sempurna. Membandingkan diri dengan ibu lain di media sosial yang tampak selalu hadir untuk anaknya.
Apalagi makin banyak konten parenting berseliweran, seakan mengajak kita berlomba menjadi orang tua terbaik. Padahal setiap keluarga punya kondisi yang berbeda.
Mom guilt muncul karena ekspektasi terhadap diri sendiri terlalu tinggi. Moms mungkin merasa sebagai pusat orbit keluarga. Saat tidak bisa menemani Si Kecil, muncul rasa gagal atau bersalah.
Tapi bisa dimengerti kenapa Moms merasa seperti itu. Masyarakat kerap menuntut peran ibu untuk selalu siap 24/7 bagi anak dan keluarganya. Padahal Moms juga manusia yang punya batas.
Cara Mengelola Moms Guilt atau Rasa Bersalah Sebagai Ibu
1. Ingat, Moms Tidak Harus Jadi Sempurna
Si Kecil tidak butuh ibu yang sempurna. Mereka butuh ibu yang bahagia dan hadir di kesehariannya dengan penuh kasih sayang.
Bekerja di luar rumah, menitipkan anak ke orang lain yang Moms percaya, atau meluangkan waktu untuk me-time bukan berarti cuek terhadap anak.
Justru, Moms melakukannya untuk menjaga keluarga dan kesehatan mental sendiri agar bisa terus memberikan cinta terbaik.
2. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas
Waktu bersama anak tidak harus lama, tapi bermakna.
Daripada menemani Si Kecil seharian tapi pikiran ke mana-mana atau selalu scrolling media sosial, lebih baik 30 menit penuh tawa, pelukan, dan perhatian tanpa distraksi.
Untuk quality time bersama anak, Moms bisa membacakan buku sebelum tidur, sarapan bareng, belanja Ultra Mimi Kids bersama, atau sekadar pelukan sambil ngobrol.
3. Beri Ruang untuk Diri Sendiri
Ingat ya Moms, me time bukan egois, tapi bentuk self-care.
Moms yang bahagia akan lebih sabar menghadapi anak. Jadi jangan merasa bersalah kalau butuh jeda untuk tidur siang, nonton drama Korea, atau sekadar minum kopi tanpa gangguan.
4. Bangun Support System
Libatkan pasangan, keluarga, atau pengasuh untuk membantu menjaga anak. Meski awalnya berat, belajarlah percaya orang lain untuk handle Si Kecil.
Moms tidak harus melakukan semuanya sendirian. Anak nantinya juga perlu belajar berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan lain.
Si Kecil juga bisa jadi bagian dari support system. Jika anak sudah bisa diajak bicara, jelaskan dengan lembut, bahwa Moms bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Dengan begitu, ia akan belajar tentang tanggung jawab dan arti kerja keras.
5. Ubah Rasa Bersalah Jadi Rasa Syukur
Alih-alih fokus pada apa yang tidak sempat Moms lakukan, fokuslah pada hal-hal kecil yang sudah Moms berikan. Mulai dari pelukan hangat, perhatian, doa, dan cinta tulus setiap hari. Itu semua juga berarti besar untuk Si Kecil.
Lagipula Moms, tidak ada ibu yang bisa hadir 24/7 jam tanpa jeda. Yang terpenting adalah kehadiran secara emosional, bukan hanya fisik. Si Kecil akan mengingat bagaimana ia dicintai, bukan berapa lama Moms ada di sisinya.