Hai, Moms! Sudah membaca artikel Bermain, Main dan Permainan (Part 1)? Jika sudah, yuk lanjut membaca tulisan ini. Kira-kira seperti apa ya bermain yang efektif itu?
 
Tahukah Moms bahwa menurut beberapa penelitian, bermain yang efektif memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
 
  1. Anak melakukan kegiatan berdasarkan motivasi instrinsik atau dari dalam dirinya sendiri, bukan karena dipaksakan oleh orang lain. Karena ketika dipaksakan, maka akan timbul perasaan yang kurang nyaman dan anak menjadi tidak bahagia.  
  2. Anak yang terlibat dalam bermain diwarnai oleh emosi yang positif seperti senang, bahagia, riang dan gembira. 
  3. Memiliki fleksibilitas, artinya anak bisa bermain kapan saja dan berkreasi dengan mainannya 
  4. Bermain efektif juga menuntut proses, tidak hanya menuntut hasil akhir dari permainannya saja. Sehingga anak tidak merasa ada tekanan. 
  5. Anak bebas memilih mainan yang akan dimainkan, disesuaikan dengan usia dan tahapan perkembangannya.
  6. Memiliki kualitas pura-pura dan memungkinkan eksperimen, misalnya bermain dokter-dokteran, masak-masakan dan lain sebagainya.
  7. Bebas dari aturan yang ketat dan menuntut keterlibatan secara aktif dari pemain (kecuali untuk  bermain dengan aturan dan melamun). Bermain dengan aturan biasanya diterapkan pada anak usia yang lebih besar, yaitu mulai usia 7 tahun. 
 
Sementara itu ada beberapa jenis permainan yang direkomendasikan untuk anak, antara lain :
 
a. Permainan Sensorimotor (Praktis)
Menggunakan semua indera dengan menyentuh, mengeksplorasi benda, berlari, melompat, meluncur, berputar,melempar bola.
 
b. Permainan Simbolis (Pura-pura)
Terjadi ketika anak mentransformasikan lingkungan fisik ke suatu simbol, sehingga bersifat dramatis dan sosiodramatis misalnya menggunakan kardus bekas sebagai alat transportasi dalam permainan anak.
 
c. Permainan Sosial 
Permainan yang melibatkan interaksi sosial dengan teman sebaya.
 
d. Permainan Konstruktif 
Menyatukan kegiatan sensori motorik yang berulang dengan representasi gagasan simbolis. Permainan konstrukstif terjadi ketika anak-anak melibatkan diri dalam suatu kreasi atau konstruksi suatu produk serta suatu pemecahan masalah ciptaan sendiri.
 
e. Games 
Kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kenikmatan dan menyenangkan, dengan melibatkan aturan dan kompetisi antara satu anak atau lebih. Umumnya permainan ini diberikan untuk anak-anak yang menginjak usia formal (sekitar 7 tahun). 
 
Nah, setelah Moms mengetahui tentang bermain, main dan permainan, Moms dapat mengajak si kecil lebih aktif lagi ya untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Selamat bermain, Moms! :)