Momen kumpul keluarga besar identik dengan aneka camilan manis. si Kecil dikasih permen, kue, sampai minuman manis.
Enggak lama kemudian, dia jadi susah diajak duduk manis, gampang rewel, atau tiba-tiba nangis
tanpa sebab yang jelas. Banyak parents yang mungkin langsung menyimpulkan, “ini gara-gara kebanyakan gula”. Tapi, apa benar begitu?
Sugar Rush : Mitos atau Fakta, ya?
Anggapan gula bikin anak hiperaktif sudah diteliti puluhan tahun, dan hasilnya konsisten:
belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi gula membuat anak menjadi lebih hiperaktif. Studi besar yang dimuat di JAMA oleh Wolraich dkk menemukan anak yang konsumsi gula tidak lebih aktif atau lebih susah fokus dibanding anak yang tidak. Bahkan, saat perilaku anak diamati langsung dalam kondisi terkontrol, lonjakan energi yang katanya muncul setelah makan manis itu enggak keliatan.
Lantas, kenapa parents ngerasa anaknya makin heboh? Salah satu penjelasannya adalah expectancy bias, yaitu ketika orang tua sudah lebih dulu percaya bahwa gula menyebabkan hiperaktif sehingga lebih mudah mengaitkan perilaku anak dengan konsumsi gula. Padahal, perilaku tersebut bisa dipengaruhi banyak faktor lain, seperti suasana yang ramai, bertemu banyak sepupu, atau antusias bermain dengan mainan baru.
Yang Justru Perlu Diwaspadai: Sugar Crash
Kalau sugar rush belum terbukti secara ilmiah, yang justru perlu diperhatikan adalah sugar crash. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah meningkat setelah mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, kemudian menurun kembali beberapa waktu setelahnya. Akibatnya, anak bisa menjadi lebih lemas, mudah rewel, atau sulit berkonsentrasi.
Itu sebabnya, anak yang tadinya ceria di acara keluarga bisa mendadak ‘anteng’ dalam
arti lesu dan moody sejam kemudian. Siklus naik-turun energi ini yang bikin mood anak enggak
stabil sepanjang hari, terutama kalau camilan dan minuman manis dikonsumsi terus-menerus sepanjang hari.
Jadi, Gula Boleh atau Enggak?
Boleh, asal dalam batas wajar. American Academy of Pediatrics merekomendasikan
maksimal 25 gram atau sekitar 6 sendok teh per hari untuk anak di atas dua tahun.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlahnya, tetapi juga sumber gulanya. Gula alami seperti laktosa dalam susu hadir bersama protein, lemak, kalsium, dan zat gizi lainnya sebagai bagian dari matriks alami susu. Dibandingkan makanan atau minuman tinggi gula tambahan, susu umumnya memberikan respons gula darah yang lebih stabil.
Ultra Mimi Kids Full Cream, misalnya, mengandung gula alami berupa laktosa dari susu tanpa tambahan gula. Dengan kandungan protein dan kalsium, susu ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi Si Kecil di sela aktivitasnya.
Cara Jaga Mood Anak Tetap Stabil Seharian
Bukan sekedar melarang semua makanan atau minuman yang manis, ya, Moms, tapi lebih
ke soal mengatur jarak, waktu konsumsi, dan sumbernya. Kombinasikan camilan dengan
makanan yang mengandung protein, kalsium, dan zat gizi lainnya agar energi anak lebih
stabil sepanjang hari.
Ultra Mimi Kids Full Cream bisa jadi salah satu pilihan, karena rasa manisnya berasal dari laktosa alami susu, bukan dari gula tambahan. Dengan begitu, Si Kecil tetap bisa menikmati waktu ngemil sambil mendapatkan asupan gizi yang baik, sehingga momen berkumpul bersama keluarga tetap menyenangkan tanpa Parents perlu khawatir berlebihan terhadap konsumsi gula tambahan.